Membaca Ayat renungan harian ALKITAB Katolik Kristen Protestan untuk mengenal ajaran TUHAN ALLAH, menuju jalan yang dijanjikan Yesus dalam 10 Hukum Taurat dan Injil agar selamat dari dajjal anti kristus.

Laman

Tampilkan postingan dengan label SEJARAH KELAHIRAN YESUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEJARAH KELAHIRAN YESUS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Maret 2013

ASAL MULA PERAYAAN NATAL MERRY CHRISTMAS

 Hampir tiba tanggal 25 Desembar, MAK akan membahas topik sejarah paganisme natal dalam agama katolik dan kristen.

Kata Christmas (Natal) yang artinya Mass of Christ atau disingkat Christ-Mass, diartikan sebagai hari untuk merayakan kelahiran "Yesus". Perayaan yang diselenggarakan oleh non-Kristen dan semua orang Kristen ini berasal dari ajaran Gereja Kristen Katolik Roma. Tetapi, dari manakah mereka mendapatkan ajaran itu? Sebab hari raya Natal itu bukan ajaran Bible (Alkitab), dan Yesus pun tidak pernah memerintah para muridnya untuk menyelenggarakannya. Tak pernah ada di alkitab ajaran ulang tahun disertai pohon cemara natal dan sinterklas. Perayaan yang masuk dalam ajaran Kristen Katolik Roma pada abad ke-empat ini adalah berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala.

Karena perayaan Natal yang diselenggarakan di seluruh dunia ini berasal dari Katolik Roma, dan tidak memiliki dasar dari kitab suci, maka marilah kita dengarkan penjelasan dari Katolik Roma dalam Catholic Encyclopedia, edisi 1911, dengan judul "Christmas", anda akan menemukan kalimat yang berbunyi sebagai berikut:

"Christmas was not among the earliest festivals of Church … the first evidence of the feast is from Egypt. Pagan customs centering around the January calends gravitated to christmas."
"Natal bukanlah diantara upacara-upacara awal Gereja … bukti awal menunjukkan bahwa pesta tersebut berasal dari Mesir. Perayaan ini diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari ini, kemudian dijadikan hari kelahiran Yesus."


Dalam Ensiklopedi itu pula, dengan judul "Natal Day," Bapak Katolik pertama, mengakui bahwa:

"In the Scriptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great banquet on his birthday. It is only sinners (like Paraoh and Herod) who make great rejoicings over the day in which they were born into this world."
"Di dalam kitab suci, tidak seorang pun yang mengadakan upacara atau menyelenggarakan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini."


Encyclopedia Britannica, yang terbit tahun 1946, menjelaskan sebagai berikut:

"Christmas was not among the earliest festivals of the church… It was not instituted by Christ or the apostles, or by Bible authority. It was picked up of afterward from paganism."

"Natal bukanlah upacar - upacara awal gereja. Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible (Alkitab) juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala."


Encyclopedia Americana terbitan tahun 1944 juga menyatakan sebagai berikut:

"Christmas…It was, according to many authorities, not celebrated in the first centuries of the Christian church, as the Christian usage in general was to celebrate the death of remarkable persons rather than their birth…" (The "Communion," which is instituted by New Testament Bible authority, is a memorial of the death of Christ.) "…A feast was established in memory of this event (Christ's birth) in the fourth century. In the fifth century the Western Church ordered it to be celebrated forever on the day of the old Roman feast of the birth of Sol, as no certain knowledge of the day of Christ's birth existed."

"Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya, umat Kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran orang tersebut.." ("Perjamuan Suci" yang termaktub dalam Kitab Perjanjian Baru, hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus.) "…Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad keempat Masehi. Pada abad kelima, Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari "Kelahiran Dewa Matahari." Sebab tidak seorang pun yang mengetahui hari kelahiran Yesus."


Sekarang perhatikan! Fakta sejarah telah membeberkan kepada kita bahwa mulai lahirnya gereja Kristen pertama sampai dua ratus atau tiga ratus tahun kemudian - jarak waktu yang lebih lama dari umur negara Amerika Serikat - upacara Natal tidak pernah dilakukan oleh umat Kristen. Baru setelah abad keempat, perayaan ini mulai diselenggarakan oleh orang-orang Barat, Roma dan Gereja. Menjelang abad kelima, Gereja Roma memerintahkan untuk merayakannya sebagai hari raya umat Kristen yang resmi.

source :
THE PLAIN TRUTH ABOUT CHRISTMAS
By Herbert W. Armstrong


Read more ...

Selasa, 05 Maret 2013

LEGENDA SAAT KELAHIRAN YESUS

Banyak sekali mitos dan legenda yang dituliskan di alkitab,

 saat menceritakan kisah kelahiran yesus
peristiwa  lahirnya yesus menjadi semakin misterius n menjadi simpang siur karena penulis alkitab yang tidak jujur.
salah satu mitos yang ada adalah peristiwa pembantaian bayi2 atau balita oleh Herodes saat dia berkuasa. Faktanya, Herodes TIDAK PERNAH memerintahkan pembantaian balita


mari MAK ajak membaca alkitab menurut katolik dan kristen protestan.
Matius 2:16 Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.

Matius adalah satu-satunya Injil Perjanjian Baru yang mencatat 'pembantaian bayi-bayi yang tidak berdosa atas perintah Herodes
Sejarawan menyatakan bahwa 'peristiwa pembantaian bagi-bayi oleh Herodes' hanyalah kilas balik dari peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu. Episode Injil Matius 2:16 adalah suatu bentuk penulisan kisah orang lain, yang diterapkan kepada kelahiran  Yesus. kisah yang menjiplak kepercayaan masyarakat di masa lalu.


Herodes TIDAK PERNAH memerintahkan pembantaian balita
Matius 2:16 Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.

Ramalan yang dihubung-hubungkan untuk kelahiran seorang mesias bernama Yesus yang jiwanya terancam karena keputusan Herodes membunuh bayi-bayi yang tidak berdosa hanya ada dalam Injil Matius 2:16-18 yang mengklaim itu adalah nubuat dari Yeremia 31:15 yang menyatakan bahwa
"Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi".

inilah akibatnya, kalo alkitab ditulis buat untuk MENCOCOKKAN NUBUAT perjanjian lama. ketauan dusta, selamanya penulis alkitab ga bisa dipercaya.
Pembantaian bayi2 oleh Herodes (Matius 2:16) adalah DUSTA
Injil Matius adalah satu-satunya orang yang mencatat peristiwa ini.
3 penulis injil yang lain menyatakan TIDAK PERNAH ADA pembantaian bayi2 di jaman Herodes.
"Karena kita telah melihat, cerita-cerita malaikat-malaikat dan
gembala-gembala, dalam Lukas, dan dari orang bijak, dalam Matius, adalah catatan ulang dari tema mistis orang-orang Mesir pada tahun sekurang-kurangnya dua ribu tahun lebih awal. Mereka melukiskan dalam bentuk seni di Luxor. Tidak ada bukti historis "pembantaian orang- orang yang tak berdosa" oleh Herodes. Pikiran sehat mengatakan kepadakita bahwa sebuah perintah seperti ini tidak mungkin. Apakah Herodesbermaksud untuk membunuh anak-anak dari teman-temannya, tentara-tentaranya, pelayan-pelayan sipilnya, turis-turis yang lewat, dan lain-lain (Tom Harper, The Pagan Christ, hal. 126)

PERLU DICATAT : Sejarawan Yahudi Flavius Josephus tidak mencatat peristiwa besar (pembantaian balita) di jaman Herodes.
mari berpikir...
untuk apa penulis alkitab sering berdusta ? 
Herodes TIDAK PERNAH memerintahkan pembantaian balita
Matius 2:16 Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.

Matius adalah satu-satunya Injil Perjanjian Baru yang mencatat'pembantaian bayi-bayi yang tidak berdosa atas perintah Herodes
Sejarawan menyatakan bahwa 'peristiwa pembantaian bagi-bayi oleh Herodes' hanyalah kilas balik dari mitologi pagan. Dewa matahari orang Yunani kuno, Roma, dan Mesir diancam ketika lahir, dan perintah pembunuhan kepada 'semua bayi-bayi yang baru lahir'. Episode Injil Matius 2:16 adalah suatu bentuk penulisan dongeng yang dilakoni oleh Yesus yang menjiplak kepercayaan masyarakat pagan.
Ramalan yang dihubung-hubungkan untuk kelahiran seorang mesias bernama Yesus yang jiwanya terancam karena keputusan Herodes membunuh bayi-bayi yang tidak berdosa hanya ada dalam Injil Matius 2:16-18 yang mengklaim itu adalah nubuat dari Yeremia 31:15 yang menyatakan bahwa
"Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi".


inilah akibatnya, kalo alkitab bible ditulis buat untuk MENCOCOKKAN NUBUAT perjanjian lama. Isinya bukan murini Firman Tuhan. sekali lancung ke ujian, selamanya penulis alkitab bible matius ga bisa dipercaya.

itulah mitos dan legenda yang dituliskan di kitab katolik dan kristen protestan saat mengisahkan kelahiran yesus
Read more ...