Membaca Ayat renungan harian ALKITAB Katolik Kristen Protestan untuk mengenal ajaran TUHAN ALLAH, menuju jalan yang dijanjikan Yesus dalam 10 Hukum Taurat dan Injil agar selamat dari dajjal anti kristus.

Laman

Tampilkan postingan dengan label TANYA JAWAB ALKITAB INJIL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TANYA JAWAB ALKITAB INJIL. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 April 2015

Ternyata, Matius Murid Yesus Bukan Penulis Injil Matius

ternyata Injil Matius tidak ditulis oleh matius Murid yesus
injil matius 

Benarkah Injil Matius ditulis oleh matius Murid yesus ?

Bible Matius, Orang Barat selalu menuliskan The Gospel according to saint matthew yang artinya Injil menurut matius, Bukan Injil matius. Apa artinya ini ? 
Pada umumnya penganut Kristen memiliki keyakinan bahwa Injil Matius dikarang oleh Matius , salah seorang murid utama Yesus , bahkan ada yang mengatakan bahwa Matius , murid Yesus itu adalah saksi mata kehidupan Yesus seperti yang diyakini oleh para pemuka gereja. Jelas hal ini sangat berlebihan dan lebih menunjukkan ketidak-tahuan tentang Bibel, kitab suci agama kristen sendiri . Mereka telah mengabaikan banyak alasan tentang hal itu , sehingga keyakinan yang dimiliki lebih didasarkan pada sikap dogmatik daripada kajian atas ayat-ayat Bibel dan sejarah penulisan Bibel. 
Matius Bukan Saksi mata Kelahiran Yesus
Benarkah Matius menyaksikan kelahiran Yesus ? 
Benarkah Matius menyaksikan pelarian Maria dan Yusuf ke Mesir membawa bayi Yesus karena hendak dibunuh oleh Herodes Yang Agung ? 

Dan masih banyak lagi yang lain , sehingga Matius , murid Yesus tidak bisa dikatakan sebagai saksi mata kehidupan Yesus. Ini pun jika memang Injil Matius benar-benar dikarang oleh Matius murid Yesus. Tetapi ada beberapa hal yang perlu dicermati sehingga tidak mungkin jika Injil Matius dikarang oleh Matius, salah seorang murid Yesus.

1. Para ahli Bibel dari kalangan Kristen sendiri mengakui bahwa penulisan Injil Matius bersumber antara lain dari Injil Markus, juga bersumber dari ” Q “ dan “ M “. Encyclopedia Americana menegaskan : “ Matthew is a revised and expanded edition of Mark ……“( Matius ada seorang perivisi dan pengembang Injil Markus ….).
Markus bukanlah murid Yesus melainkan murid Petrus dan kemenakan Barnabas. Jika benar Injil Matius dikarang oleh Matius, murid  Yesus, apakah masuk akal seorang murid utama Yesus yang selalu bersama-sama dengan Yesus beserta murid-murid utama lainnya dan sangat tahu dengan segala peristiwa perjalanan risalah Yesus ketika menyampaikan ajarannya kepada orang-orang Yahudi – bukan kepada orang di luar Yahudi – , lalu mengambil referensi dari Markus yang bukan murid Yesus dan tidak pernah bersama-sama Yesus menulis ” Injil “ –nya ? Dari aspek ini, sudah menunjukkan betapa Injil Matius bukan dikarang oleh Matius, murid utama Yesus .
2. Menyimak Injil Karangan Matius, kita mendapatkan penyebutan nama ”Matius” secara langsung dan penggunaan kata ganti orang ketiga
tunggal untuk menunjuk kepada Matius, murid Yesus. Sebagai contoh, kita baca ayat Matius 10 : 2-4 :
Maka inilah nama-nama kedua belas rasul yaitu pertama-tama SIMON yang disebut PETERUS dan ………… dan TOMAS dan MATIUS, pemungut cukai itu …….dst .
Gaya bercerita yang terkandung dalam ayat di atas sebagai sajian cerita sejarah dengan menyebut nama “ MATIUS “ secara langsung yang menempatkan “ MATIUS “ sebagai “ ORANG KETIGA “ memastikan, pengarang Injil Matius, bukanlah MATIUS , murid Yesus . Gayabercerita “ORANG KETIGA“ ,terlihat jelas pada ayat Matius 9:9 :
Maka berjalanlah Yesus dari sana , lalu dilihatnya seorang yang bernama MATIUS duduk di rumah percukaian, maka kata Yesus kepadanya : ” ikutlah aku “. Lalu bangunlah ia .
Sajian kalimat “ lalu dilihatnya seorang yang bernama MATIUS “begitu pula dengan kata “ kata Yesus kepadanya “ dan kata “ Lalu bangunlah ia “ menimbukan pertanyaan apakah “ MATIUS “ bercerita tentang DIRINYA ? Jelas tidak ! Kalimat-kalimat itu justru menunjukkan bahwa ada orang lain yang bercerita tentang Matius dan Yesus , bukan MATIUS bercerita tentang dirinya dan Yesus. Dengan demikian , “ Injil Karangan Matius “ BUKANLAH KARANGAN
MATIUS – salah seorang murid utama Yesus.
Penegasan bahwa Injil Matius tidak dikarang oleh Matius , salah seorang murid utama Yesus sebagaimana diungkapkan di atas, didukung pula oleh pernyataan para pakar Bibel dari kalangan Kristen sendiri.
(1). S.WISMOADY WAHONO, dalam bukunya “DISINI KUTEMUKAN “, berkata :
Penulis Kitab INJIL MATIUS sampai sekarang TIDAK DIKETAHUI.
Ketergantungan penulis ini kepada Injil Markus, menunjukkan bahwa dia BUKANLAH seorang rasul atau saksi mata kehidupan Yesus .
(2). Ds.K.RIEDEL,dalam karangannya “TAFSIR INJIL MATIUS “, berkata :
Menurut pendapat kita, pengarang INJIL MATIUS bukannya seorang
dari kedua belas rasul melainkan Seorang Kristen yang berbangsa Yahudi yang tidak dikenal
(3). J.B. Phillips, seorang pendeta dari Katedral Chichester, Gereja Anglikan Inggeris–sebagaimana yang dikutip Dr.Abu Ameenah Bilal Philips dalam bukunya: “Agama Yesus Yang Sebenarnya “(hal.67) –berkata :
Tradisi awal menganggap Injil ini berasal dari rasul Matius.
Tetapi kalangan sarjana sekarang ini hampir semuanya menolak pandangan ini. Sang penulis – yang baik saja disebut Matius – dengan terus terang tertarik pada dokumen “Q “ yang misterius, yang boleh jadi merupakan sebuah koleksi dari tradisi lisan.
Kesimpulan yang didapat adalah Injil Matius Kitab kanonik Kristen ditulis oleh pengarang yang tak dikenal namanya. 

Ternyata, Matius Murid Yesus Bukan Penulis Injil Matius


Read more ...

Minggu, 19 April 2015

Konsep Anak Tuhan-Wawancara Dr.Jerald F Dirks Mualaf Bule Amerika-Seri II

Konsep Anak Tuhan 


Dalam tulisan sebelumnya,


 kita telah mewawancarai Dr. Jerald F. Dirks, master Teologi alumni Harvard University. Berikut ini Seri II tentang Konsep Anak Tuhan. 

 Oke Dr. Jerald, bisakah anda menceritakan kembali mengenai konsep “anak Tuhan”?

Dr jerald f dirks ahli teologi kristen
Dr. Jerald F. Dirks 
Tentu saja. Dalam Palestina abad pertama, jika kau mengatakan seseorang adalah anak Tuhan, artinya orang itu adalah hamba Tuhan yang saleh dan taat. Dan semua orang-orang Yahudi dan Palestina paham dengan istilah ini.

Masalahnya muncul ketika Paulus menjalankan Kekristenan mereknya sendiri dan mulai mengajarkan orang-orang non-Yahudi di kawasan Eropa. Ketika orang Yunani/Romawi mendengar kata “anak Tuhan”, mereka membayangkan tentang Tuhan yang turun dari Gunung Olympus dan menghamili manusia perempuan dan kemudian lahirlah seseorang seperti Hercules.

Jadi inilah yang dipahami orang-orang gentile (non-Yahudi) ketika Paulus menyampaikan pesan ini kepada mereka. Jadi mereka memahaminya dalam artian yang sangat berbeda.

Jadi ini sesuai dengan kalimat yang diduga diucapkan oleh Yesus dalam Bible ketika dia berkata “Aku hanya diutus kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

Ya, ayat itu ada di dalam Gospel Matius, ini merupakan kisah tentang wanita dari Kanaan yang sedang berkelana dan kemudian berseru kepada Yesus “Tuan, tolong aku, anakku kerasukan setan” dan Yesus tidak menanggapinya sama sekali. Wanita itu tetap berseru sehingga akhirnya muridnya berkata kepada Yesus “Suruh dia menjauh, dia mengganggu kita” kemudian Yesus berkata “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel” dan wanita itu tetap memohon-mohon kepadanya. Kemudian Yesus berkata lagi bahwa dia hanya diutus hanya kepada Israelites dan “tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Kemudian wanita itu berkata “Benar tuan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Kemudian Yesus berkata “Hai ibu, besar juga imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki" dan dalam sekejap, anaknya sembuh.

Tapi yang paling penting adalah Yesus hanya diutus kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Dan orang-orang Israel dan Palestina, memahami kata “anak Tuhan” dalam artian seseorang yang saleh dan taat.

Bagaimana ketika Yesus berkata “Aku dan Bapa adalah satu", seseorang mungkin menggunakan ayat ini untuk mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan. Ini argumen mereka untuk mendukung keilahian Yesus, jadi apa menurutmu?

Jadi ketika mengatakan aku dan bapakku satu, apa artinya? Ini adalah pernyataan yang sangat samar yang dapat diinterpretasikan dalam banyak hal.

Bagaimana dengan “tidak ada yang datang kepada Bapa kecuali melalui aku.” Apa artinya?

Itulah pesan yang diajarkan Yesus. Dan umat muslim juga menerima pesan itu. Itu berarti bahwa Yesus adalah seorang Rasul Tuhan dan menyampaikan wahyu dari-Nya.


Dan begitu banyak dari ayat-ayat ini misalnya “Aku dan Bapaku adalah satu”, “Tidak ada seorangpun datang kepada Bapa kecuali melaluiku”, “Aku adalah jalan, kebenaran, dan kehidupan”, ini semua punya banyak pengertian dan agak samar.

Dan sekarang aku ingin membacakan beberapa ayat yang menunjukkan dengan jelas bahwa Yesus hanyalah hamba Tuhan. Kita mulai dari Markus 10:18.

“Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Tuhan saja.”

Lalu Yohanes 5:19:

“Maka Yesus menjawab mereka, katanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari dirinya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.”

Jadi jika dia Tuhan, seharusnya dia mampu melakukan segalanya. Tapi disini dikatakan bahwa dia tidak bisa melakukan apapun kecuali dia melihat Tuhan telah mengerjakannya.

Lanjut ke Yohanes 5:30:

“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakimanku adil, sebab aku tidak menuruti kehendakku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.”

Masuk akalkah jika Tuhan diutus oleh Tuhan? Disini dia berkata bahwa dia Diutus oleh Tuhan. Jika Yesus adalah Tuhan, maka dia diutus oleh siapa?

Yohanes 14:28:

“Kamu telah mendengar, bahwa aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi aku, kamu tentu akan bersukacita karena aku pergi kepada Bapaku, sebab Bapa lebih besar dari pada aku.”

Yohanes 20:17:

“Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang aku, sebab aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudaraku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, kepada Tuhanku dan Tuhanmu.”

Dengan jelas dia memberitahu bahwa dia akan pergi kepada “Tuhanku dan Tuhanmu”, jadi jelas dia bukan Tuhan.

Matius 14:23:

“Dan setelah orang banyak itu disuruhnya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, ia sendirian di situ.”

Jika kau berdo’a kepada Tuhan jadi jelas derajatmu lebih rendah daripada Tuhan. Jadi kau berada pada status yang lebih rendah dari-Nya.

Bagaimana kau menjelaskan ketika Thomas datang kepadanya, menyembahnya dan berkata “Tuanku dan Tuhanku!”

Itu adalah reaksi orang yang terkejut. Thomas melihat Yesus sedangkan dia berpikir Yesus telah mati, tapi Yesus datang. Tentu Thomas sangat terkejut dan gembira sehingga dia berkata “Ya Tuan, Ya Tuhan!”

Jadi kenapa orang-orang cenderung percaya bahwa Yesus adalah Tuhan meskipun ada ayat-ayat yang jelas?

Karena mereka diajari suatu sudut pandang tertentu dalam memahami ayat-ayat Bible. Jadi ketika mereka membaca ayat-ayat Bible yang ambigu, mereka secara otomatis menginterpretasikannya sesuai dengan yang diajarkan kepada mereka, misalnya ketika mereka masih anak-anak dan pergi ke sekolah Minggu.

Jadi ini berarti umat Kristen hanya membela sesuatu yang mereka inginkan, mereka ingin membuat ayat-ayat Bible terasa masuk akal, apakah mereka sengaja melakukannya?

Kupikir mereka tidak sengaja melakukannya. Mereka pergi ke sekolah minggu setiap hari. Jadi ketika mereka membaca Bible, mereka hanya menginterpretasikannya sesuai pikiran mereka masing-masing. Bukan berarti mereka sengaja mendistorsi atau dengan sengaja ingin berdebat, kurasa mereka telah diajarkan untuk melihat Bible dalam sudut pandang tertentu, tapi mereka tidak pernah berpikir dan memeriksanya sendiri “Tunggu dulu, ayat ini mempunyai banyak arti.”

Mari sekarang kita jelaskan kepada orang-orang tentang siapa sebenarnya Yesus dan Tuhan, sehingga orang-orang yang jujur dan tulus ketika dia mendengar ini, maka dia merasa ini cocok dengan pengertian Tuhan di dalam diri kita masing-masing.

Kami sebagai umat muslim percaya bahwa Tuhan Maha Esa dan tanpa sekutu. Tidak ada yang dapat menyamai-Nya, Dia lebih besar dari apapun, itulah mengapa umat muslim mengucapkan Allahuakbar (Allah Maha Besar). Dan kita sebagai manusia tidak mampu sepenuhnya mengerti tentang Tuhan karena Dia berada di luar kecerdasan manusia, Dia Maha Besar dan Maha Agung.

Tapi ada hal yang dapat kita mengerti, bahwa Tuhan itu berdiri sendiri, Tuhan itu satu, Tuhan itu Maha Penyayang. Inilah sifat-sifat Tuhan yang dapat kita temukan di dalam Al-Qur’an. Al-Wadud, Ar-Rahman yang berarti Maha Pengasih, Ar-Rahim yang berarti Maha Penyayang.

Dan Yesus sebenarnya utusan Tuhan.  Yesus sepenuhnya manusia, dia punya hubungan yang spesial dengan Tuhan karena dia adalah rasul-Nya.

Dan Al-Qur’an berfirman bahwa tanda-tanda kebesaran Tuhan ada di sekitar kita. Yang harus kita lakukan hanyalah melihat di sekeliling kita, renungkanlah alam sekitar kita yang Tuhan ciptakan, dan dengan proses perenungan itulah kita akan menemukan Tuhan.

Al-Qur’an mengisahkan tentang Abraham A.S. yang percaya keesaan Tuhan karena mengamati ciptaan-Nya dengan mempelajari langit, dan dia dapat memahaminya ketika masih remaja berumur sekitar 14 tahun.

Jadi tanda-tanda-Nya ada di sekeliling kita dan tanda-tanda itu bisa ditemukan setiap orang.

Dan kau juga telah menulis begitu banyak buku. Jadi dimana seseorang bisa menghubungimu, membaca buku-buku yang kau tulis, dan mungkin menghadiri ceramah publikmu?

Cara paling mudah untuk menghubungiku adalah dengan mengunjungi websiteku www.dirksonlinebooks.com dan disana  kau dapat menghubungiku lewat email dan memesan buku-bukuku.

Buku mana yang kau rekomendasikan kepada seseorang yang hanya punya pengetahuan dasar tentang Islam?

Ya, untuk seseorang yang baru mulai belajar Islam, aku akan menyarankan bukuku yang berjudul Understanding Islam. Ini adalah petunjuk bagi mereka yang memeluk Yudaisme atau Kristen. Dan bagi mereka yang ingin meneliti permasalahan tentang keilahian Yesus yang telah kita bahas hari ini, apakah Yesus benar-benar disalib, apakah Yesus adalah Tuhan, dan sebagainya, maka aku menyarankan mereka membaca The Abrahamic Faith atau The Cross & The Crescent.

Oke, jadi kau dapat mengunjungi website teman kita Dr. Jerald Dirks di dirksonlinebooks.com dan Insya Allah orang-orang mendapatkan manfaat dari tulisan ini, kami berterima kasih kepadamu karena telah membaca artikel ini.  

Read more ...

Apakah Yesus Tuhan? Penjelasan Dr. Jerald F. Dirks Master Teologi Universitas Harvard-Seri I

Dr. Jerald F Dirks mualaf bule amerika
Dr. Jerald F. Dirks

Apakah Yesus Tuhan?


Pertanyaan yang sering diajukan orang-orang adalah apakah Yesus Tuhan? Dan hari ini kita akan mewawancarai Dr. Jerald F. Dirks yang mendapat gelar master dalam bidang Divinity dari Universitas Harvard, dia menyelesaikan sekolah teologinya dan merupakan Ordain Minister, pernah dinobatkan sebagai pendeta pada United Methodist Church.

Oke, jadi kau menguasai dan memenuhi persyaratan untuk topik ini, jadi dapatkah kau membantu kami untuk menjelaskan apakah Yesus Tuhan?

Sebenarnya umat Kristen tradisional (Kristen pada masa awal) sangat tidak setuju kalau Yesus disebut Tuhan.  Pada masa Kristen tradisional atau Kristen awal, ada 3 pemahaman tentang sifat Yesus. 

Pemahaman pertama, Yesus adalah Tuhan. Docetism yang merupakan salah satu sekte Kristen menganggap Yesus adalah Tuhan.

Pemahaman kedua, Yesus manusia sekaligus Tuhan secara bersamaan. Dan Kristen Orthodox tradisional setuju dengan pemahaman ini. Pernyataan ini dinyatakan dalam Konsili Chalcedon, bahwa ada 2 sifat Yesus yaitu bersifat ilahi sekaligus manusia, tapi kedua sifat ini tidak bercampur atau terpisah.

Pemahaman ketiga, Yesus merupakan manusia biasa. Dia seorang manusia yang punya hubungan spesial dengan Tuhan.

Semua sekte ini ada di dalam sejarah Kekristenan. Dan ada banyak sekte Subordinationism. Sekte ini mengatakan bahwa Yesus derajatnya berada di bawah Tuhan, dan salah satu grup Subordinationism yang menyatakan demikian adalah para Adoptionus. Mereka disebut Adoptionus karena mereka menganggap konsep “anak Tuhan” berarti seperti anak yang diadopsi, bukan berarti anak kandung, atau “anak” dalam artian harfiah. Jadi mereka menganggap konsep “anak Tuhan” hanyalah bahasa metafor.

Dan faktanya jika kita lihat dalam Bible, ada banyak orang yang disebut sebagai anak Tuhan. Berikut ini daftarnya:
  1. Seluruh Bani Israel dan suku Eferiel, disebut sebagai anak-anak Tuhan di dalam Keluaran 4:22, Hosea 11:1-3, Yeremia 31:9, dan Yeremia 31:20.
  2. Daud disebut sebagai anak Tuhan dalam Mazmur 2:7
  3. Solomo disebut sebagai anak Tuhan dalam 2 Samuel 7:13-14
  4. Para malaikat disebut sebagai anak-anak Tuhan dalam Ayub 1:6
  5. Setiap orang-orang beriman dari Israel disebut sebagai anak Tuhan dalam Ulangan 14:1
  6. Setiap orang-orang saleh disebut sebagai anak Tuhan di dalam Ecclesiasticus 4:1 atau kebijaksanaan Yesus bin Sirach. Berikut ini ayatnya: “Jadilah seperti ayah kepada anak yatim dan jadilah seperti suami kepada janda. Kemudian Tuhan akan memanggilmu sebagai anak-Nya, dan Dia akan menjadi pengampun padamu dan menjauhkanmu dari jurang.”
Jadi disini kita harus mengerti konteks sejarahnya. Pada masa Palestina abad pertama, ketika kau dipanggil “anak Tuhan” berarti kau adalah orang yang saleh dan bertakwa. Tapi para penerjemah Bible menipu para pembaca, karena ketika mereka menerjemahkan kata “anak Tuhan” pada Yesus Kristus, mereka memakai huruf “A” besar dalam kata “Anak”, tapi ketika orang lain yang disebut sebagai anak Tuhan, mereka menulisnya dengan huruf kecil. Tapi bahasa Yunani tidak punya huruf besar atau huruf kecil. Itu hanyalah permainan para penerjemah,

Jika kita lihat di dalam Bible, apa bukti terkuat yang dapat mereka gunakan untuk mengatakan keilahian Yesus?

Salah satu argumen mereka adalah tentang konsep virgin birth (Kelahiran Yesus dari perawan Maria). Seperti yang digambarkan dalam Matius dan dalam Lukas, dikatakan bahwa ini adalah proses peranakan yang ilahi. Masalahnya adalah umat Kristen berkata “kami percaya kepada Tuhan Bapa, Tuhan Anak, dan Tuhan Roh Kudus.” Tapi jika Yesus adalah Tuhan Anak, maka siapa Bapanya? Umat Kristen menjawab bapaknya Yesus adalah Tuhan Bapa. Tapi menurut Matius dan Lukas, Roh Kudus-lah yang mendatangi Maria bukannya Tuhan Bapa, jadi siapa yang melakukan peranakan disini? Itu salah satu hal yang perlu dipertimbangkan.

Dalam Al-Qur’an kita juga punya kisah tentang virgin birth. (kelahiran Yesus dari perawan Maria). Tapi ada perbedaan besar antara virgin birth di dalam Al-Qur’an dengan virgin birth di dalam Matius dan Lukas. Di Dalam Al-Qur’an, virgin birth bukanlah peranakan yang ilahi, melainkan sebuah penciptaan yang penuh mukjizat.

“Maria berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia.” (Ali Imran:47)

“Sesungguhnya misal (penciptaan) Yesus di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.” (Ali Imran: 59).

Tapi umat Kristen mengatakan virgin birth adalah peranakan yang ilahi. Mereka juga cenderung memberikan contoh tentang pembabtisan Yesus seperti yang ditemukan dalam Lukas pasal 3, dimana dikatakan Yesus A.S. pergi kepada Yohanes Pembabtis (Yahya A.S.) kemudian dia dibaptis oleh Yohanes Pembabtis, langit terbuka, kemudian Roh Kudus turun dalam rupa burung merpati,

“Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." (Lukas 3:22)

Banyak orang Kristen yang menunjukkan ayat ini. Meskipun begitu, seperti yang ditunjukkan di catatan kaki dalam Bible The New Revised Standard Version, banyak para ahli zaman dahulu yang memahami ayat ini secara berbeda, mereka membacanya sebagai “Engkaulah anak-Ku yang Kukasihi, hari ini Aku memperanakkanmu.

Jadi dia diadopsi pada saat dibaptis. Jika kau baru diperanakkan ketika berumur sekitar 30 tahun, jelas sekali bahwa peranakan disini hanyalah kata metafora. Dan bagi umat Kristen yang mungkin masih ragu tentang hal ini, mereka dapat melihat ayat-ayat lainnya. Dalam Ibrani 1:5 dan Ibrani 5:5, juga dikatakan bahwa Yesus baru diperanakkan, ayat-ayat itu berbunyi “Hari ini, Aku telah memperanakkanmu.” Kita juga menemukannya dalam Kisah Para Rasul 13:33, di dalam Mazmur 2:7 yang ditujukan kepada Daud, jadi bukan hanya Yesus yang disebut sebagai anak Tuhan.

Jadi “Yesus anak Tuhan” adalah kata metafora dan begitulah pemahaman sekte-sekte Kristen pada masa awal. Misalnya para Ebionites, sebuah sekte besar yang berasal dari Palestina, mereka ada pada saat masa 12 murid Yesus, mereka melarikan diri dari Palestina pada saat tentara Romawi menghancurkan kuilnya dan menyebar ke Siria, Jordan, dan sebagainya. Dan sekte Kristen ini terus ada sampai abad ke-3. Mereka mengatakan “Yesus bukanlah Tuhan”, melainkan anak Tuhan dengan huruf kecil. Jadi ini hanyalah metafor, maksudnya Yesus adalah orang yang saleh dan seorang nabi. Para murid Yesus juga menyatakan bahwa Yesus tidak bersifat ilahi. Rabbi Gamaliel yang merupakan ketua Yahudi Great Sanhedrin, yang mengatur gereja-gereja Yerussalem, dan Yakobus yang merupakan salah satu murid Yesus, mereka semua tidak pernah sekali pun mengatakan Yesus adalah Tuhan.

Terima kasih atas penjelasannya. Sekarang, dapatkah kau menjelaskan ayat “Kami menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kami (Kejadian 1:26)” apa artinya ini, karena kudengar sebagian umat Kristen mengatakan inilah bukti bahwa Tuhan dapat menjadi manusia.

Orang-orang berbeda pendapat dalam memahami ayat ini. Ini ayat yang sangat ambigu. Dalam pemahaman sederhana, seseorang mungkin berasumsi bahwa Tuhan terlihat seperti manusia. Dalam pemahaman yang lebih tinggi, seseorang mungkin berasumsi bahwa kita sebagai manusia juga berbicara, mempunyai akal, memerintah di bumi, sama seperti Tuhan juga berfirman, memerintah dari kerajaan-Nya.

Bagaimana dengan ayat “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia (Yohanes 1:1 dan 17)”, jadi apa pendapatmu?

Ayat ini adalah ayat tambahan. Ayat ini dipengaruhi oleh filosofi Yunani dari kata logos. Dan menurut Islam, kita semua memang sudah diciptakan semenjak berada di dalam ruh (sebelum ruh kita ditiupkan ke dalam jasad). Semua ruh manusia mulai dari Adam dikumpulkan di hadapan Tuhan untuk bersaksi atas keesaan Tuhan. Jadi ruh Yesus sudah ada sebelum dia diciptakan tidak berarti dia bersifat ketuhanan.

Pertanyaan selanjutnya, pernahkah Yesus mengajarkan orang-orang atau mengucapkan kata trinitas?

Tidak pernah, dan kata trinitas tidak dapat ditemukan di dalam Bible. Trinitas adalah prinsip Kekristenan pada masa selanjutnya. Doktrin trinitas berkembang di antara umat Kristen Pauline yang ada di Eropa. Konsep tentang trinitas atau sifat keilahian Yesus tidak berkembang dalam Kekristenan di Afrika Utara dan Timur Tengah. Kata “anak tuhan” hanyalah metafora. Yesus punya hubungan yang spesial dengan Tuhan dan memang begitulah para nabi.

Jadi kita punya sejarah yang panjang sejak tren sekte Adoptionus pada masa-masa awal Kekristenan. Banyak umat Kristen masa awal yang menganut teologi Adoptionus. Diantaranya adalah:

  • Theodotus Gnostic, pendeta pada abad kedua. 
  • Theodotus The Tanner yang ajarannya berkembang menjadi Theodonism atau Dynamic Monarchianism yang bertahan hingga abad ketiga. 
  • Oregon, pendeta abad ketiga juga mengajarkan kristologi Adoptionus.
  • Eusebius dari Nicomedia, uskup dari abad keempat juga seorang Adoptionus. 
  • Macedonius, Patriarch abad keempat dari Konstantinopel yang merupakan orang nomor dua dalam Kekristenan setelah Paus. Bahkan para Yunani Orthodox mengatakan bahwa dia sama dengan Paus.
  • Idius yang merupakan Uskup Antioch pada abad keempat. 
  • Nestorius Uskup abad kelima dari Konstantinopel dan penemu Nestorianism, sebuah gerakan yang bertahan hingga abad kesembilan di Cina. 
  • Theodore Mopsuestia yang merupakan penjaga iman kanan di gereja Persia. St. Clotilda yang merupakan putri Burgundi abad keenam.

Sebagai Adoptionus, mereka mengajarkan bahwa Tuhan itu Esa tanpa trinitas dan Yesus adalah nabi-Nya.

Jadi tidak ada trinitas. Jelas bahwa Yesus adalah hamba Tuhan. Dionisus, uskup pada abad ketiga dari Alexandria juga mengajarkan bahwa Yesus adalah anak Tuhan yang diadopsi atau derajatnya di bawah Tuhan. Paul Samosata, Uskup dari Antioch pada abad ketiga juga mengajarkan pesan ini. St. Lucian dari Antioch yang merupakan teologian abad ketiga juga mengajarkan pesan ini, jadi kurasa ajaran ini tersebar di Timur Tengah dan Afrika Utara. Dan yang terakhir adalah Aries yang merupakan pendeta abad keempat dan penemu paham Arianisme yang berada di Alexandria, Mesir. Gerakannya bertahan hingga abad ketujuh di Afrika Utara dan Timur Tengah. Bahkan banyak Kristen masa awal yang mengatakan bahwa Arianisme adalah cabang dari Adoptionism dan merupakan mayoritas umat Kristen pada abad keempat.

Aries mengajarkan bahwa Tuhan itu benar-benar unik dan tidak terbandingkan. Dia berdiri sendiri, tidak diciptakan, tidak berubah, tidak terbatas, dan Keesaan-Nya bersifat mutlak. Karena semua dasar pemikiran ini, Aries menyimpulkan kehidupan Yesus seperti yang dijelaskan dalam Gospel, menunjukkan bahwa Yesus diciptakan, dia berubah dan tumbuh seiring dia tumbuh dari bayi, anak-anak, remaja, hingga menjadi dewasa. Yesus bersifat terbatas, karena ada waktunya dikandung dan dilahirkan.

Dengan begitu Aries menyimpulkan bahwa Yesus adalah makhluk ciptaan Tuhan, yang diciptakan dari ketidakadaan, yang tidak dapat menyamai keunikan-Nya.

Dan umat muslim juga setuju dengan apa yang dikatakan Aries. Maksudnya bahwa Tuhan itu satu, Dia tidak seperti ciptaan-Nya, Dia tidak punya awal, Dia tidak punya akhir, Dia bukan manusia, Dia bukan Yesus.

Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (Q.S. Al-Ikhlas)

Jadi ini hanyalah kata metafora yang berarti orang yang saleh dan punya hubungan spesial dengan Tuhan. Semua nabi termasuk Nabi Muhammad S.A.W. mempunyai hubungan spesial dengan Tuhan

Dan yang terjadi adalah, Aries dan Arianisme menjadi begitu populer sehingga berpotensi memecah belah Kekristenan. Dan pada saat ini kerajaan Konstantin (seorang Kaisar Romawi) mulai retak. Dan untuk menjaga keutuhan kerajaannya, pada tahun 313 M dia menerbitkan Edict of Milan yang melegalkan Kekristenan di Kerajaan Romawi. Peraturan ini dikeluarkan untuk mendukung umat Kristen dan membantu menstabilkan tahtanya. Tapi konflik internal di dalam Kekristenan sendiri tentang apa sifat Yesus yang sebenarnya, mengancam koalisi Konstantin. Jadi Konstantin menyelenggarakan Konsili Nicea pada tahun 325 M. Dia memanggil para uskup untuk menyelesaikan masalah tentang sifat Yesus. Tapi banyak uskup yang tidak datang, mereka tidak mau mengunjungi Nicea  dan tunduk pada Konsili ini karena tentara-tentara Konstantin terus mengawasi. Mereka yang pergi untuk membela Aries mendapatkan banyak tekanan, banyak dari mereka yang memvoting Solusi Nicea, pada masa selanjutnya mereka membatalkannya dan mereka pulang ke negeri asalnya.

Dan Konstantin sendiri sebenarnya seorang Adoptionus. Dia dibaptis oleh Eusebius dari Nicomedia yang merupakan seorang Arian. Tapi Adoptionus berpusat di Timur Tengah, Mesir, dan Afrika Utara. Di Romawi, Adoptionus tidak begitu popular dan Konstantin mencari sekutu yang dekat. Dan yang paling dekat adalah Uskup Romawi atau yang pada masa selanjutnya disebut Paus. Dan Uskup Romawi mengatakan bahwa Yesus adalah manusia sekaligus Tuhan pada saat bersamaan. Jadi Konstantin mengkhianati imannya sendiri demi kekuatan politik, dan membuat aliansi dengan Uskup Romawi. Jadi hasil akhir Konsili Nicea adalah Yesus dan Tuhan berasal dari zat yang sama. Jadi ini mulai memunculkan trinitas. Tapi pada awalnya Nicea belum mengatakan apapun tentang Roh Kudus. Betapa tidak populernya keputusan ini?

16 tahun kemudian pada tahun 341 M pada Konsili Antioch, para uskup yang berkumpul mengatakan “Kami tidak setuju dengan pernyataan ini.” Jadi mereka tidak setuju dengan persamaan antara Yesus dengan Tuhan. Dan 16 tahun setelahnya pada tahun 357 M pada Konsili Sirmium, para uskup yang berkumpul memvoting kredo yang menyatakan

“Yesus TIDAK berasal dari zat yang sama dengan Tuhan.”

Keputusan Konsili Sirmium adalah Yesus dan Tuhan tidak berasal dari zat yang sama. Tapi pada konsili Konstantinopel yang kedua pada tahun 381, kredo Nicea akhirnya diterbitkan. Jadi baru pada Konsili Konstantinopel pada tahun 381 kredo Nicea baru ditetapkan, bukan pada Konsili Nicea pada tahun 325. Jadi ini adalah debat yang berkelanjutan, tentang apa sifat Yesus yang sebenarnya.

Dan seperti yang kukatakan sebelumnya, mayoritas umat Kristen pada abad keempat adalah para Adoptionus. Sekarang, mungkin timbul pertanyaan “Oke, apa yang terjadi dengan para Adoptionus ini? Kenapa mereka tidak ada pada masa sekarang?" Dan sebenarnya mereka masih ada, pada zaman sekarang masih ada Saksi Jehova yang mengaku bahwa mereka mengikuti Aries. Sekte Unitarian juga mengaku mengikuti Aries.

Tapi alasan utama kita tidak melihat Arian atau Adoptionus pada masa sekarang adalah karena pusat ajaran mereka. Mereka berpusat di Afrika Utara dan Timur Tengah. Dan pada dasarnya mereka hilang pada abad ketujuh. Mereka hilang karena pesan yang dibawa oleh Nabi Muhammad S.A.W. Prinsip-prinsip Adoptionus pada dasarnya sejalan dengan prinsip-prinsip Islam, Jadi pada abad ketujuh mereka masuk Islam secara massal. 

bersambung ke seri 2. 

Read more ...

Kamis, 16 April 2015

2 PERTANYAAN YANG MEMBUAT GALAU IMAN KRISTIANI KATOLIK

Ada 2 pertanyaan yang membuat para jemaat tak bisa tidur nyenyak dan makan ga enak. Galau dan hidup jadi  tak tenang rasanya. Pertanyaan tentang dogma utama penebusan dosa melalui penyaliban orang. Berikut ini dua pertanyaan yang membuat galau dan meruntuhkan iman kristiani.

1. Jika Yesus mati disalib dengan sukarela, bukankah itu bunuh diri? 

yesus tidak mati bunuh diri menebus dosaBukankah kita semua tahu bahwa bunuh diri adalah perbuatan yang tercela ? Benarkah Yesus melakukan perbuatan tercela ?
benarkah yesus bunuh diri menebus dosa manusia ?
Dogma gereja yang ada selama ini menyebutkan karena begitu besar kasihnya Tuhan- maka Yesus yang dianggap  jelmaan Tuhan-bunuh diri menebus dosa seluruh umat manusia. Benarkah hal itu?

Apakah Yesus tak mengetahui bahwa bunuh diri itu dosa ?
tentu saja Yesus tahu bahwa bunuh diri adalah dosa besar. Yesus mengajarkan Taurat dan Injil yang melarang pembunuhan. Inilah Hukum Taurat ke - 6. Dilarang membunuh.

Ulangan 5:17Jangan membunuh.   

Ingat! Yesus tak akan melakukan perbuatan tercela. Yesus tak pernah melanggar Hukum Taurat.
Dari ayat ulangan 5:17 di atas  kita akan menyadari bahwa Yesus dilarang membunuh. Yesus tak akan pernah bunuh diri untuk disalibkan. apalagi menyerahkan nyawanya buat menebus dosa para penjahat yang percaya. Yesus tak mungkin mati bunuh diri. Yesus tidak mati disalib.

2. Jika  Yesus disalib paksa, apakah penyalibannya dapat menebus dosa?
yesus tertangkap.
Apakah benar Yesus disalib terpaksa ?
Menurut penjelasan ayat alkitab katolik maupun alkitab kristen protestan, Yesus tak pernah suka rela mendatangi panitia penyaliban penebusan dosa, melainkan dia tertangkap dan tak bisa lolos dari kepungan sepasukan tentara Romawi yang kuat dan bersenjata lengkap.

Markus 14:32Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku berdoa."
lalu akhirnya...ketangkep.
Markus 14:46Maka mereka memegang Yesus dan menangkap-nya.
Yesus tertangkap saat terkepung pasukan Romawi di taman Getsemani.

Jika Yesus ditangkap dan  disalib bukan atas kehendaknya sendiri, bukankah itu adalah pengorbanan paksa? Dapatkan orang yang dibunuh secara paksa dapat menebusa dosa ? Apakah tebusan dosa akan diterima jika orang yang disalib tidak suka rela ? Ingat ya....Disalib bukan atas kemauan sendiri adalah pemaksaan. Masa dibunuh paksa dapat menebus dosa? Disalib  tidak pernah ikhlas mana bisa disebut pengorbanan ?

Coba bayangkan....Maukah kita menerima pemberian seseorang yang tidak ikhlas? Tentu saja kita ga mau. kalau kita saja ga mau menerima pemberian seseorang yang ga ikhlas, bagaimana bisa kita percaya bahwa nyawa yesus yang dibunuh tanpa keikhlasan dapat menebus dosa kita? Apakah penuntut tebusan akan mau menerima pembayaran yang tidak ikhlas? jelas gak lah yaaauuu... :D

mati terpaksa tak dapat menebus dosa. ok....catat !
MAK pernah menuliskan artikel ayat-ayat Injil bukti-bukti bahwa Yesus tak bersedia dibunuh
Lantas siapa yang punya ide orang mati bisa menebus dosa orang lain ?
Ini ulah siapa lagi kalau bukan ide nabi palsu paulus Farisi warga Romawi.

Untuk mengenal tentang penebusan dosa dan dosa waris bisa dibaca di sini.







Read more ...